MKI Luncurkan Buku Putih Menuju NZE 2060 dan Pilih Ketua Umum Baru di Munas X

JAKARTA, 14 Februari 2026 – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) secara resmi meluncurkan Buku Putih sebagai kompas strategis nasional dalam mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Peluncuran dokumen krusial ini dilaksanakan bersamaan dengan perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X MKI yang bertempat di Kantor Pusat PT PLN (Persero).

Buku Putih MKI disusun untuk menjawab tantangan besar industri listrik nasional, terutama terkait target ambisius penambahan kapasitas pembangkit sebesar 100 GigaWatt (GW), di mana 75 persen di antaranya bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

Koordinator Dewan Pakar MKI, Bambang Praptono, menekankan bahwa transisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap potensi bottleneck jaringan transmisi dan ketersediaan energi primer.

"MKI menekankan bahwa proyek kelistrikan harus dieksekusi dengan prinsip tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu untuk menghindari risiko krisis listrik jangka pendek," tegas Bambang.

Dalam paparannya, Bambang Praptono menegaskan, "Buku Putih MKI telah menganalisa secara tajam adanya potensi kendala pasokan listrik akibat bottleneck pada infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Oleh karena itu, Dewan Pakar MKI merekomendasikan agar eksekusi proyek ke depan harus dilakukan secara 'on schedule, on budget, on quality' dengan dukungan task force team yang kuat. Kita harus mempercepat pembangunan pembangkit EBT yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi Smart Grid, hingga pembangunan Super Grid."

Beberapa rekomendasi kunci dalam Buku Putih tersebut meliputi:

·         Percepatan EBT yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS).

·         Modernisasi infrastruktur melalui smart grid dan pembangunan super grid nasional.

·         Penciptaan 4,4 juta green jobs hingga tahun 2030, yang menjadi peluang besar bagi lulusan vokasi dan teknik.

·         Kebutuhan investasi mencapai 235 miliar dolar AS hingga 2040, yang memerlukan harmonisasi regulasi dan badan pengatur independen untuk kepastian hukum.

Dalam rangkaian Munas X MKI, forum tertinggi organisasi ini secara resmi menetapkan Suroso Isnandar sebagai Ketua Umum MKI periode 2026-2029, menggantikan Evy Haryadi. Suroso, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan EBT di PLN, dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam pengembangan sistem kelistrikan cerdas.

"Sektor kelistrikan sedang berada dalam fase perubahan mendasar. MKI harus mampu menyatukan pemikiran dan membangun kesepahaman besar demi kepentingan nasional. Kelistrikan harus dibangun untuk kepentingan publik dengan melibatkan masyarakat sebagai solusi," ujar Suroso Isnandar dalam pidato perdananya.

Ketua Panitia Munas X, Erie Heryadi, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat bauran energi dan keandalan sistem nasional. Senada dengan hal tersebut, Evy Haryadi mengingatkan pentingnya peran MKI sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha.

Dengan nakhoda baru dan panduan Buku Putih, MKI berkomitmen memperkuat posisi sebagai mitra strategis pemerintah. Tujuannya jelas: memastikan transisi energi Indonesia berjalan mulus, menjaga keandalan pasokan (tanpa mati lampu), tetap terjangkau secara biaya, dan ramah lingkungan.

Narahubung

Nadya Chairunnisa Ramadhani

Sekretariat Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI)

Telepon: (021) 525 2379 / (021) 525 3787 

WhatsApp: 0812 2789 7907

Email: mki.secrt@gmail.com 

Website: https://mki-ieps.id


Sekilas Tentang MKI

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) didirikan pada tahun 1998 sebagai forum untuk komunikasi, koordinasi, dan konsultasi semua pemangku kepentingan di sektor tenaga listrik Indonesia. MKI adalah organisasi nirlaba dan secara aktif terlibat dalam merumuskan opini dan ide tentang bagaimana mengembangkan dan memperluas sektor ketenagalistrikan di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk menciptakan sistem yang seutuhnya mandiri.  Anggota MKI berasal dari seluruh mata rantai industri tenaga listrik, hingga tingkat konsumen dengan motto "Lebih Terang, Lebih Kuat, Terjangkau dan Tersebar”.

Share this article: